Selasa, 15 April 2014

Contoh KTI 2



BAB  I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang.
Perubahan akibat proses menua pada sistem genitourinaria menyebabkan   penurunan  fungsi testis  seiring bertambahnya usia  dan berdampak pada  ketidak seimbangan hormon testosterone dan dehidrotestosteron sehingga memacu pertumbuhan atau pembesaran prostat  yang dapat meluas pada kandung kemih dan menyumbat aliran keluar urin. (kowalak, welsh, mayer, 2011 : 652).
Angka kejadian Benigna Prostat Hiperplasi di Indonesia selama 3 tahun (2006-2009) terdapat 1040 kasus (Amalia, 2011). Data  di jawa timur lebih dari 50 % kaum pria diatas usia 50 tahun dan 75 % diatas usia 70 tahun mengalami peningkatan ukuran prostat. Dengan gejala klinik terbanyak berupa retensi urine yaitu 33% dari setiap penderita. (maranatha, 2012) dan data di RSD Balung 89 kasus ( data ruang bedah tahun 2011).
Benigna prostat hiperplasi terjadi akibat penurunan fungsi testis yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon testosteron dan dehidrotestosteron sehingga memacu pertumbuhan prostat dimulai dengan perubahan non malignan dan jaringan granduler peri uretral. Pertumbuhan nodul vibro adenomatosa (masa jaringan vibrosa granduler) berlangsung secara progresif sehingga terjadi kompresi pada kelenjar prostat normal yang masih tersisa, ketika prostat membesar kelenjar ini dapat meluas kedalam kandung kemih dan menyumbat aliran keluar urin dengan menimbulkan kompresi atau distorsi pada uretra pars prostatika. (kowalak, welsh, mayer, 2011 : 652).
            Penanganan utama untuk penyakit Benigna Prostat Hiperplasi secara konservatif  adalah membatasi cairan untuk mencegah distensi kandung kemih, duduk berendam, preparat antimikroba untuk mngetasi infeksi, enjakulasi secara teratur untuk membantu meredakan kongesti prostat, drainase kontinu dengan pemasangan kateter urine untuk mengurangi retensi urine, dan untuk obat-obatan bisa menggunakan golongan penyekat alva adenergik, seperti terazosin dan prazosin untuk memperbaiki laju aliran urin guna untuk mengurangi obstruksi saluran keluaran kandung kemih, (kowalak, welsh, mayer, 2011 : 653). Tehnik  pembedahan merupakan satu-satunya terapi yang efektif untuk menghilangkan retensi yang akut, hidronefrosis, hematuria berat, dan gejala lainnya yang tidak bisa ditoleransi. (kowalak, welsh, mayer, 2011 : 653).
B.     Rumusan masalah.
Dari latar belakang tersebut maka rumusan masalahnya sebagai berikut “Bagaimanakah Asuhan Keperawatan pemenuhan kebutuhan eliminasi ; retensi urin pada pasien benigna prostat hiperplasi diruang bedah RSD. BALUNG tahun 2013?”.
  
C.    Tujuan .
1.      Tujuan umum.
Mahasiswa mampu menerapkan Asuhan keperawatan pemenuhan kebutuhan eliminasi ; retensi urine pada pasien benigna prostat hiperplasi diruang bedah  RSD. BALUNG tahun 2013.
2.      Tujuan khusus.
a.       Mengkaji pemenuhan kebutuhan eliminasi ; retensi urine pada pasien benigna prostat hiperplasi diruang bedah  RSD. BALUNG tahun 2013.
b.      Merumuskan asuhan keperawatan pemenuhan kebutuhan eliminasi ; retensi urine pada pasien benigna prostat hiperplasi diruang bedah  RSD. BALUNG tahun 2013.
c.       Merencanakan asuhan keperawatan pemenuhan kebutuhan eliminasi ; retensi urine pada pasien benigna prostat hiperplasi diruang bedah  RSD. BALUNG tahun 2013.
d.      Melaksanakan asuhan keperawatan pemenuhan kebutuhan eliminasi ; retensi urine pada pasien benigna prostat hiperplasi diruang bedah  RSD. BALUNG tahun 2013.
e.       Mengevaluasi asuhan keperawatan pemenuhan kebutuhan eliminasi ; retensi urine pada pasien benigna prostat hiperplasi diruang bedah  RSD. BALUNG tahun 2013.
f.       Mendokumentasikan asuhan keperawatan pemenuhan kebutuhan eliminasi ; retensi urine pada pasien benigna prostat hiperplasi diruang bedah  RSD. BALUNG tahun 2013.
D.    Sistematika penulisan.
Sistematika penulisan terdiri dari :
1. Bagian awal meliputi :
            Halaman Sampul, Halaman Judul, Halaman Persetujuan, Halaman
            Pengesahan , Halaman pernyataan orisinalitas, Kata Pengantar, Daftar Isi,
            Daftar Gambar, Daftar Tabel, Daftar Lampiran.
2. Bagian inti meliputi :
a.         BAB 1 Pendahuluan,
            Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Sistematika
            Penulisan, Pengumpulan Data.
b.         BAB 2 Tinjauan Pustaka.
Anatomi Sistem Perkemihan meliputi: anatomi ginjal, anatomi ureter, anatomi vesika urinaria, anatomi prostat, anatomi uretra. Fisiologi Sistem Perkemihan meliputi, Konsep benigna prostat hiperplasi meliputi : defnisi benigna prostat hiperplasi, etiologi, manifestasi klinis, patofisiologi, pengukuran prostat, komplikasi, pemeriksaan penunjang, penatalaksanaan. Konsep dasar pemenuhan kebutuhan eliminasi meliputi : definisi, factor-faktor yang mempengaruhi eliminasi urin, masalah-masalah eliminasi urin, perubahan pola eliminasi urin. Pathway, Konsep asuhan keperawatan meliputi : identitas, alas an masuk RS, keluhan utama, riwayat kesehatan, riwayat penyakit sekarang, riwayat penyakit dahulu, riwayat penyakit keluarga, keadaan umum klien, tanda-tanda vital, body sistem, analisa data, diagnosis keperawatan, dan intervensi.
     E.  Pengmpulan Data.
1.      Observasi.
Yaitu dengan cara mengamati langsung keadaan klien melalui pemeriksaan fisik secara inspeksi, perkusi, palpasi dan auskultasi untuk mendapatkan data objektif.
2.      Wawancara  
Yaitu pengumpulan data dengan melakukan komunikasi lisan yang di dapat secara langsung dari klien (autoanamnesa) dan keluarga ( alloanamnesa) untuk mendapatkan data subjektif.
3.      Studi dokumentasi.  
Yaitu npengumpulan data yang di dapatkan dari buku status kesehatan klien yaitu meliputi catatan medik yang berhubungan dengan klien. 
4.      Studi kepustakaan.
Di lakukan dengan cara penggunaan buku-buku untuk mendapatkan landasan teori yang berkaitan dengan kasus yang di hadapi, sehingga dapat membandingkan teori dengan fakta di lahan praktek.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar